Tutur Galur

Tutur Galur adalah sebuah proyek literasi media digagas oleh Komunitas Gubuak Kopi bersama Teater Petra dan kelompok pemuda RW 7 Kelurahan Galur, Jakarta Pusat. Proyek ini mengembangkan ragam media yang terjangkau oleh warga untuk menarasikan kampungnya melalui metode artistik.

Proyek ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan residensi Komunitas Gubuak Kopi di Kelurahan Galur, Jakarta Pusat, dalam agenda kuratorial Berliterasi Alam dan Budaya – Rekam O Rama, Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Dalam residensi ini, Tutur Galur juga menggelar lokakarya literasi media, open lab, produksi buku, diskusi publik dan pameran di Perusahan Film Negara (PFN) dalam rangkaian PKN 2023.

Residensi 29 Juli – 29 Agutus 2023
Presentasi Publik di Galur / Open Lab 26 – 28 Agustus 2023
Presentasi Publik di Pekan Kebudayaan Nasional, Gedung X-Lab Perum Film Negara (PFN), 20-30 Oktober 2023
Diskusi Panel 25 Oktober di X-Lab PFN

Pengantar Kuratorial: BERLITERASI ALAM & BUDAYA

Literasi menjadi kunci dalam menimba pengetahuan, memahami konteks, mengolah informasi, dan mengambil keputusan secara efektif. Dalam konteks budaya, literasi mengacu pada kemampuan kita untuk memahami, menghargai, dan berinteraksi dengan orang dengan latar berbeda. Kini, interaksi semakin dipermudah oleh teknologi jaringan yang kian mendekatkan jarak geografis dan sosiografis.

Berliterasi budaya berarti membaca ulang ruang dan cara hidup kita. Termasuk di antaranya cara hidup praktis yang sering kali berlawanan dengan sifat alamiah ruang hidup bersama segala makhluk: Bumi. Bumi perlu dipahami sebagai yang paling terdampak oleh cara hidup praktis manusia modern. Padahal keberlanjutan eksistensi manusia sangat bergantung pada kondisi bumi yang layak huni.

Mengembangkan pemahaman tentang alam dan keberagaman budaya tentu saja membutuhkan ruang-ruang percakapan yang inklusif dan setara. Ruang ini memuat segala yang diperlukan dalam pertukaran pengetahuan; edukasi, kreasi, dan apresiasi bersama. Dari paham akan muncul tindakan yang diharapkan. Dalam hal ini segala tindakan yang berkelanjutan; termasuk praktik-praktik seperti menghemat energi, efisiensi sumber daya, mengelola sampah, melakukan daur naik, belajar siklus materi, menjaga rantai pangan, dan lainnya.

Walau harus melalui proses yang panjang, melalui ruang-ruang pertukaran pengetahuan akan bergulir pula promosi tentang cara hidup sehari-hari yang berkelanjutan. Tiada lain, inilah laku kearifan budaya yang dibutuhkan agar generasi setelah kita terhindar dari kepunahan.

REKAM O-RAMA

Program “Rekam Berkesadaran Bersama” merupakan kelompok kegiatan PKN yang merefleksi dan mengenali potensi warga pemukiman padat melalui media rekam yang dilakukan sendiri atau secara kolektif.

Kegiatan “Rekam Berkesadaran Bersama” diawali dengan penunjukan kolektif kolaborator yang dikurasi berdasarkan fokus mereka terhadap isu keberlanjutan dan pengalaman berkegiatan sebelumnya. Para kolaborator diberi ruang untuk memilih lokus/mitra residensi berdasarkan peminatan terhadap isu yang sama tetapi mungkin juga karena latar geografis dan budaya yang berbeda.
Para kolaborator dan mitra bekerja berdasarkan pembacaan ulang akan masalah di ruang hidup dan siasatnya sebagai bentuk praktik baik merawat bumi.

Gubuak Kopi merupakan salah satu kelompok seniman yang terlibat dalam kegiatan Rekam O-Rama, Melalui kegiatan residensi bersama Kelompok warga Galur, Senen Jakarta Pusat selama satu bulan menjadi landasan utama dalam menjelajahi peran warga Galur dalam membangun kesadaran lingkungan dan sosial. Kolaborasi antara warga, komunitas lokal, dan seniman bertujuan untuk merefleksikan dan mencerahkan potensi yang ada dalam diri setiap individu untuk berkontribusi dalam perubahan positif di sekitar mereka.

Kegiatan ini menyoroti pentingnya menghadirkan dan merekam berbagai upaya, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan oleh warga untuk membangun kesadaran lingkungan dan sosial. Melalui berbagai media, karya seni, dokumentasi, dan partisipasi langsung Gubuak Kopi bersama warga Galur akan menggambarkan keberagaman inisiatif warga dalam mengatasi isu-isu lingkungan dan sosial yang dihadapi komunitas mereka.

Tim Kurator
Heni Wiradimaja, Anita Bonit, dan Nasha Razak

Tutur Galur adalah metode dokumentasi yang dikelola oleh warga Kelurahan Galur dalam memetakan potensi dan persoalan sekitar, dengan mendayagunakan teknologi dan fitur media yang bisa dijangkau oleh warga. Platform ini merupakan bagian dari proyek residensi Komunitas Gubuak Kopi di Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, berkolaborasi dengan Karang Taruna Galur, Kelompok Teater Petra, dan warga Galur.

Proyek ini mengajak publik untuk melihat Kelurahan Galur sebagai ruang hidup yang dinamis dan bersahaja dalam beragam interaksi sosial di dalamnya. Proses memahami “kampung kota” ini tentu tidak cukup hanya sekedar mengetahui sejarah, cerita, dan model-model bangunan semata, tetapi juga membutuhkan proses yang melibatkan observasi, eksplorasi, mengalami dan mendengar refleksi dari berbagai pihak yang hidup di dalamnya. Proyek ini mendorong keterlibatan warga sebagai aktor utama dalam mengidentifikasi persoalan dan potensi sendiri, melakukan self research/otokritik dan merespon persoalan sekitar melalui praktik artistik yang sederhana.

Selama berproses partisipan dan warga mengikuti workshop singkat mengenai literasi media, memetakan persoalan sekitar, bermain, dan mengembangkan siasat. Proses ini juga mengagendakan sebuah presentasi publik sederhana atau open studio untuk menjangkau keterlibatan dan sudutpandang publik dalam memperkaya pembacaan. Catatan dan pemikiran terkait proyek ini akan didokumentasikan dalam bentuk buku dan karya yang akan dipresentasikan di perhelatan utama Pekan Kebudayaan Nasional.

Komunitas Gubuak Kopi: Albert Rahman Putra, Zekalver Muharam, Biahlil Badri, dan Hafizan

Kolaborator: Tetater Petra, Riswanto Adhe Putra, Boby Faisal, Amar Syahrullah, Achmad Nurullah Haikal, M Yasser Mahardika, Ridwan NZ, Malik Samudra, Nugraha Aditia, Aditia Permana, Bilal Muslimin, Mansur Syah, Rizky Robby, Rafly Nur Hidayatullah, Rendi Septiriyano, Rifqi Dzakwan, Sultan Mahadi Syarif, Arman Syafrudin, Ahmad Rifqi Fakhruzzaman, Kurnia Nur Amalia, Rahma Gadiza, Safira Nurjanah, Yunita Elrifiqoh, Faridah Gustiani, Ririn Yuniar, Lies Aryani, Nuri Elfitria, Yuli Afrianti, Ratna Meutia, Bayu Eka Prasetya, Putra Wijaya Prasetyo, Djaelani Manock

Public Program
Gallery
Buku Catatan Proyek

Catatan Proyek Seni
TUTUR GALUR
Komunitas Gubuak Kopi berkolaborasi dengan Teater Petra dan Karang Taruna, RW 07, Kel. Galur, Jakarta Pusat

Pengantar
Tim Kurator Berliterasi Alam dan Budaya – Pekan Kebudayaan Nasional 2023
(Heni Wiradimaja, Anita Bonit Purniawati, Nasha Razak)

Penulis: Albert Rahman Putra, Anggraeni Widhiasih, M. Biahlil Badri

Catatan Visual: Hafizan, Zekalver Muharam

Foto Esai: Arman Syafrudin,
Ibu Lies Aryani

Foto: Arsip Komunitas Gubuak Kopi

Editor
Albert Rahman Putra, Anggraeni Widhiasih

Proofreader
Anggraeni Widhiasih

Desain Tata Letak
Albert Rahman Putra

Desain Sampul
Hafizan

Buku ini merupakan bagian dari proyek residensi Komunitas Gubuak Kopi di Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Residensi ini difasilitasi oleh Pekan Kebudayaan Nasional 2023, melalui program kuratorial Literasi Alam dan Budaya, Rekam O-Rama.