[Simposium Daur Subur] Panel 1 – Merawat Nilai-nilai Kebudayaan Pertanian Melalui Seni dan Budaya


Panel I – Merawat nilai-nilai kebudayaan pertanian melalui praktik seni-budaya

Sesi ini mengajak kita merefleksi keterbatasan kerja-kerja institusional dalam merespon persoalan lokal, serta bagaimana posisi kesenian dalam mengikat ataupun memperkuat ide-ide pembangunan berbasis komunitas terkini, sebagai pewaris kebudayaan pertanian yang berdaya dan bermartabat.

Panelis: M. Ilham Samudra (Jatiwangi Art Factory, Majalengka), Rani Jambak (Rumah Gagas, Agam) dan Jumaidil Firdaus (seniman, Solok). Moderator: M. Biahlil Badri (Komunitas Gubuak Kopi, Solok)

Kamis, 7 Agustus 2025
16.00 – 17.30 WIB
RN Coffee Shop, Kota Solok


Simposium Daur Subur adalah ruang pertukaran wacana antar aktor kebudayaan dan inisiatif/gerakan pertanian, dalam merespon pentingnya kesadaran akan produksi pertanian dan pangan sehat yang berkelanjutan di Solok dan di Sumatera Barat secara umum. Ruang ini juga mengajak kita merefleksi ulang produksi narasi dan proses berbagi peran dalam mewujudkan imajinasi kolektif, Solok sebagai salah satu hub kebudayaan pertanian.

Simposium Daur Subur diinisiasi oleh Komunitas Gubuak Kopi dalam rangkaian proyek Daur Subur XI dan menjadi bagian dari Tenggara Festival 2025. Program Simposium ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Platform Indonesiana, kategori Dukungan Institusional.