Catatan diskusi bulanan Daursubur Akhir bulan edisi 30 Desember 2025 bersama Uni Silvi dan rekan-rekan dari Dinas Kehutanan Prov. Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kab. Solok, dengan topik Sepaket Rendang Kasih Sayang di Huma Inovasi, Solok
Hari ini kita kembali bertemu di Daursubur Akhir Bulan, untuk kedua kalinya diskusi bulanan ini kita selenggarakan di tengah bencana, dan beberapa wilayah yang masih belum bisa beraktivitas dengan normal. Beberapa kawan masih mengirimkan bantuan, dan menawarkan beberapa program pemulihan. Untuk kedua kalinya juga Huma Inovasi menjadi lokasi diskusi, namun kali ini sembari mempersiapkan sejumlah paket rendang yang akan dikirim ke beberapa wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.
Diskusi belum dimulai, namun hujan sudah turun di Solok, beberapa kawan terlambat datang. Sembari menunggu, kita melanjutkan obrolan di grup WhatsApp sebelumnya soal sebaran Rendang yang akan dikirim.
Diskusi kali ini kita juga kedatangan Dinas Kehutanan Sumatera Barat, dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Dengan maksud saling bertukar informasi mengenai penanganan bencana yang sudah dan sedang dilakukan. Hujan belum berhenti, kita memulai obrolan dengan mengenalkan kembali program Daur Subur Akhir Bulan, kita mengenalkan program ini sebagai jaringan pertemanan, mengulik dan mengenal kebudayaan pertanian bersama dan berupaya menuju pertanian sehat.
Perkenalan singkat ini direspon oleh Dinas Kehutanan Sumatera Barat dengan meng-update apa yang sedang terjadi sebelumnya dengan hutan kita, sebelum dan sesudah banjir. Beliau mengatakan bahwa longsor yang terjadi saat ini adalah akibat derasnya hujan di akhir tahun. Juga sebelumnya kita mengalami kemarau yang panjang, tidak hujan sama sekali. Hal ini membuat kondisi tanah menjadi kering dan berongga. Kondisi tanah yang demikian tidak sanggup menampung hujan, apalagi hujan di penghujung tahun ini adalah tabungan hujan hampir setengah tahun yang dicurahkan dalam seminggu, debitnya sangat tinggi, tidak berhenti, hal inilah yang membuat kayu-kayu mudah dibawa air hingga ke pemukiman. Ia juga menegaskan kayu ini adalah kayu pinggir sungai dan beberapa kayu dari ladang warga yang sempat ditebang.
Banyak pertanyaan yang masih tersimpan, obrolan mengarah pada tawaran program dari salah satu kawan dari Jakarta, Tree of Heart, sebuah kelompok dengan program upaya penyelamatan hutan melalui penanaman pohon yang berkelanjutan. Beberapa hari yang lalu Tree of Heart mengabari Komunitas Gubuak Kopi, ingin menawari program penanaman di beberapa wilayah yang terdampak dan membutuhkan penanaman pohon. Obrolan berlanjut pada hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelumnya. Memetakan wilayah, mengenali jenis hutan, tanah dan pohon apa yang dibutuhkan. Program ini akan berkolaborasi dengan warga dan petani di wilayah terdampak, bahwa komitmen menanam pohon ini perlu disepakati di awal, maka dengan itu juga pohon yang ditanam mesti pohon yang dibutuhkan dan menghasilkan juga untuk petani sekitarnya. Dengan begitu Komunitas Gubuak Kopi juga menawarkan platform Pusako Tinggi akan menjembatani program penyelamatan hutan ini ke warga dan petani, bersama jaringan Daursubur Akhir Bulan.
Dinas Kehutanan menawari beberapa bibit yang tersedia, menurutnya untuk mendata kebutuhan kita bisa menghubungi ketua kelompok tani di desa terkait. Itu akan memudahkan pemetaan. bibit bisa diminta sesuai ketersediaannya, untuk satu kelompok atau satu lembaga, bisa mencapai 200-400 bibit pohon. Mengisi formulir dan menentukan titik koordinat penanaman.
Di tengah-tengah obrolan, Dinas Pertanian Kabupaten Solok datang di Huma Inovasi, rombongan ini baru saja pulang dari Muaro Pingai, Saniang Baka dan beberapa wilayah terdampak lainnya. Mengabarkan informasi terkini dan pendataan lokasi banjir. Obrolan mengarah pada rencana beberapa tahun kedepan di Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Mereka menawarkan jaringan Daur Subur Akhir Bulan untuk mampir ke Dinas. Beberapa kerjasama mungkin dapat dilakukan.
Hujan masih turun, diskusi perlahan berakhir. Kita melanjutkan dengan makan bersama di lokasi diskusi yang sebetulnya masih berlanjut. Beberapa saat setelah makan, beberapa video banjir dikirim teman-teman, Solok kembali banjir. Air memasuki rumah warga di Saniang Baka, Kabupaten Solok, sedang di beberapa wilayah lainnya warga sudah bersiap, meninggikan barang-barang di rumah, membuat tanggul dan membersihkan saluran air.












