Mangirai di Tapian adalah sebuah perhelatan yang diinisiasi oleh warga Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, sebagai ruang syukur atas berkah alam Danau Singkarak, sekaligus wadah pertemuan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi. Perhelatan ini juga merupakan presentasi tahun kedua/keluaran dari program Desa Pemajuan Kebudayaan yang melibatkan Rozi Erdus selaku Daya Desa (Aktor Kebudayaan Desa) terpilih. Desa Pemajuan Kebudayaan merupakan Program Aktivasi Pemanfaatan Potensi Budaya Desa dari Kementerian Kebudayaan RI.
Komunitas Gubuak Kopi sebagai kelompok belajar seni media yang aktif memfasilitasi penguatan aktor-aktor kebudayaan desa, mendukung upaya-upaya warga Tikalak dalam merancang Mangirai di Tapian sebagai salah satu metode mengaktivasi ruang-ruang berkumpul warga dalam membicarakan persoalan lingkungan sekitanya, serta mengaktivasi kesadaran bermedia, dalam mengartikulasi gagasan pembangunan yang mengedepankan perspektif warga.
Team
Kurator Program: Kusen Ali
Fasilitator: Albert Rahman Putra
Daya Desa: Rozi Erdus
Kolaborator: Komunitas Gubuak Kopi
Direktur Festival: Alfajri
Manager Umum: Lisa
Sekretariat: Fiddini Izaturrahmi, Riana Hulandari, Uda Yopi
Keuangan: Lisa Amanda
Manajer Umum: Rozi Erdus
Production Team: Dika Adrian, Ariadi Kamil, Zekalver Muharam, Rahmi Srikandi, Mutia Insani, Bihalil Badri, Kevin Alfarozi, Satria Bayu, Yance Febrianti, Ilham Firmansyah, Bobby Erdus, Sri Wirdani, Prasetio Okberian, Muliadi
Logistik: Hj. Zuhermi, Elivira Yuriza
Visual Key: Dika Adrian, Zekalver Muharam
Publikasi: Muhammad Zikril, Arif Rahman, Azizil