Alek Nagari: Mangirai di Tapian merupakan sebuah perhelatan warga Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, dalam mengekspresikan rasa syukur atas hasil alam tepian danau yang melimpah. Festival ini terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan, dengan kegiatan utama antara lain, demo masak 101 tungku, yang menghadirkan ragam olahan kuliner Danau Singkarak seperti pangek bilih, rendang bilih, bilih masiak, dan seterusnya. Selain itu, juga terdapat kegiatan barararak (arak-arakan adat) pertunjukan kesenian warga, pameran catatan pemetaan warga, pasar umkm, dan lainnya. Menjelang hari puncak festival, warga menggelar kegiatan internal seperti mauntang (memanen) bilih dan pensi untuk kebutuhan komunal; duduak basamo (musyawarah adat untuk persiapakan kegiatan), manggoro (gotong royong warga), manyiriah (mengundang tokoh) dan menghidupkan kembali malam bagurau anak mudo sebagai ajang silaturahmi warga Nagari Tikalak.
Alek Nagari: Mangirai di Tapaian ini juga menyoroti peran-peran dari kelompok perempuan, terutama ibu-ibu dalam menghidupi ekosistem budaya tepian danau ini. Hadirnya kelompok Amak-Amak Toke Bilih Tikalak, mengangkat cerita keterlibatan perempuan dalam penopang perekonomian warga dan menjadi perpanjangan tangan nelayan dalam upaya memasarkan hasil ke pasar. Ibu-ibu ini sebelumnya telah dibelaki workshop lierasi media, untuk mendorong kesadaran pengarsipan dan pendokumentasian aktivitas mereka sehari-hari dengan metode yang sederhana, yakni menggunakan telepon pintar dan media sosial. Hasil catatan dan karya-karya mereka akan dipamerkan dalam festival ini.
Sabtu & Minggu, 22 – 23 November 2025
Di Tanah Lapang, Muaro Jorong Pasir Nagari Tikalak
Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok
Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, Komunitas Gubuak Kopi, dan sebagai bagian dari 10 desa terpilih untuk didukung oleh program Fasilitasi Aktivasi Pemanfaatan Potensi Budaya Desa, oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.