Sofni merupakan salah seorang peserta Lokakarya Daur Subur XI. Ia aktif berkegiatan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Nangka dan Komunitas Badaceh. Ia memiliki perhatian pada pemanfaatan lahan perumahan sebagai taman dan kebun. Bersama KWT Nangka, ia mengelola sebuah kebun di komplek perumahan Laiang, Kota Solok, Sumatera Barat. Taman tersebut berisikan bunga-bunga, tanaman obat, bahan makanan, dan lainnya. Bersama Komunitas Badaceh ia aktif membuat masakan-masakan khas lokal maupun berkolaborasi dengan ide-ide masakan dari kebudayaan lainnya.
Selama berproses ia melihat praktik memasak dan menanam dapat menjadi metode untuk memperkuat komunikasi dan gotong royong antar warga di sekitar. Sofni berkolaborasi M. Ilham Samudra, memetakan jenis-jenis tanaman yang ada di tetangganya, serta membangun percakapan-percakapan membicarakan persoalan lingkungan sekitar. Komunikasi itu berlanjut pada kegiatan masak-masak bersama dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar.
Kolaborasi Sofni dan Ilham dipresentasikan dalam bentuk kegiatan demo memasak bersama dengan tajuk “Dapur Kasih Sayang”. Dalam hal ini, kegiatan memasak bersama dapat menjadi pilihan metode budaya untuk membangun kesadaran kultural mengenai pengetahuan tanaman pangan lokal. Lebih dari itu, silaturahmi yang terjadi “Dapur Kasih Sayang” bisa menjadi metode untuk membicarakan persoalan lingkungan dan kebudayaan sekitar.
Demo Masak: Dapur Kasih Sayang
Senin, 4 Agustus 2025
14.00 WIB
Kebun KWT Nangka Laiang, Kota Solok
–
Lokakarya Daur Subur XI merupakan pengembangan dari platform Daur Subur yang digagas oleh Komunitas Gubuak Kopi sejak tahun 2017. Platform ini berfokus pada studi perkembangan kebudayaan pertanian di Solok dan Sumatera Barat secara umum. Tahun ini Daur Subur secara spesifik mengusung agenda penguatan aktor-aktor kebudayaan pertanian di Solok. Kegiatan ini didukung oleh Program ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Platform Indonesiana, kategori Dukungan Institusional dan bagian dari Tenggara Festival 2025
–
Mampir ke halaman: Daur Subur XI