Pertanian di masyarakat Solok belakangan hanya berfokus pada produksi komoditas sebanyak-banyaknya. Sebelumnya pertanian dimaknai sebagai bagian dari daur hidup dalam mengelola anugerah alam yang subur. Dari pertanian muncul beragam teknologi-teknologi dan profesi baru, gerak silat, metode pendidikan, seni bahasa, nilai-nilai, dan lainnya. Alam Takambang Jadi Guru.
Kolonialisasi, proyek Revolusi Hijau Orde Baru dinilai telah mengganti motif pertanian masyarakat Minangkabau menjadi produksi sebanyak-banyaknya, memenuhi kebutuhan pasar dan pemodal. Tradisi atau adab memaknai dan syukuran atas hasil panen, menghormati mata air dan tanah, menjadi hilang, atau kini ia bangkit kembali sebagai “pawai” atau “atraksi” semata. Kesadaran industri pun mulai mendominasi praktik pertanian hari ini. Selain itu, akhir-akhir ini kita akrab dengan terminologi food estate yang dikampanyekan oleh pemerintah sebagai solusi persoalan Indonesia hari ini dan tantangan global. Sementara itu, kita tahu proyek food estate hanya menguntungkan sekelompok orang, deforestasi, dan praktik monokultur yang berbahaya bagi keselematan mendatang.
–
Daursubur Akhir Bulan kali ini ada Satria Arjuna, atau yang biasa kami sapa Kak At, untuk memantik obrolan dan refleksi kembali sejauh mana kita telah melangkah, beranjak, atau berkembang dalam memaknai ekologi kebudayaan pertanian.
Jangan lewatkan dan jangan lupa bawa bawa takjilan favorit kalian.. kita bertukar pengalaman dan makanan.
–
Sabtu, 22 Maret 2025
16.00 WIB – Berbuka bersama
di Rumah Tamera – Komunitas Gubuak Kopi
–
Daursubur Akhir Bulan adalah program diskusi bulanan yang berfokus pada isu-isu kebudayaan masyarakat pertanian. Program ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Platform Indonesiana, kategori Dukungan Institusional.