FGD Daur Subur 2025

FGD Pengembangan Platform Daur Subur dalam Penguatan Ekosistem Kebudayaan.

Komunitas Gubuak Kopi dan jaringan komunitas yang memiliki ketertarikan dalam penguatan ekosistem kebudayaan masyarakat pertanian, melaksanaan diskusi terpumpun dengan melibatkan para pemangku kebijakan, khususnya pemerintah daerah dalam bidang kebudayaan, perencanaan pembangunan, dalam sejumlah balai penelitian pertanian. Diskusi ini berupaya melihat bagaimana kegiatan seni-budaya mampu berkontribusi pada pemajuan pembangunan yang berakar pada kebudayaan pertanian. FGD ini juga mendorong keterlibatan pemangku kebijakan dalam mengisi program-program yang tengah disusun, serta mendorong komitmen bersama pada tahun-tahun berikutnya dalam bentuk “agenda kebudayaan”.

24-26 Februari 2025
9.00 – 17.00 WIB
Aula Balittro, Laiang Kota Solok

Kegiatan ini didukung oleh Program ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Platform Indonesiana, kategori Dukungan Institusional.

Mampir ke halaman: Daur Subur X

Narasumber Tamu

  • Arief Yudi, pegiat budaya dan pendiri Jatiwangi Art Factory (Majalengka). Dalam hal ini, kami melihat inisiatif warga yang dijembatani oleh Jatiwangi Art Factory (JAF) dalam mengangkat narasi “Kota Terakota” sebagai agenda bersama, serta sinergi JAF dan pemangku kebijakan menjadi wawasan menarik untuk dibagi dalam diskusi ini. Selain itu juga meminjam kacamata Arief Yudi dalam mengkritisi agenda Daur Subur ini.
  • Wening Lastri, pegiat budaya Pasar Papringan, sebuah inisiatif “pasar tradisional” berkala di Temanggung, Jawa Tengah. Dalam hal ini, kami melihat aktivitas Pasar Papringan menjadi keluaran yang mampu mengakomodir produk olah pertanian warga, khususnya kuliner, serta mendorong produksi yang adil dan berkelanjutan, dengan sadar akan nilai-nilai kebudayaan lokal. Untuk itu penting bagi kami mendapatkan wawasan, bagaimana inisiatif ini muncul dan berkembang merespon kebutuhan di konteks wilayahnya.
  • Representasi BSIP Tanaman Rempah dan Obat, sebuah institusi perpanjangan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan tanaman rempah, obat, dan atsiri yang berbasis di Kota Solok. Dalam hal ini, kami berharap mendapat wawasan umum mengenai pengolahan hasil pertanian tersebut, potensi lainnya yang tersedia di Solok, serta membuka peluang kemungkinan komunitas warga dalam mengakses teknologi maupun kajian terkait.
  • Representasi BSIP Buah Tropika, sebuah institusi perpanjangan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan tanaman hortikultura dan buah, yang berbasis di Solok. Dalam hal ini, kami berharap mendapat wawasan umum mengenai pengolahan hasil pertanian tersebut, potensi lainnya yang tersedia di Solok, serta membuka peluangan kemungkinan komunitas warga dalam mengakses teknologi maupun kajian terkait.
  • Representasi Balai penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sumatera Barat. BPSIP Sumbar berbasis di Solok, dengan kebun percobaan yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Barat. Dalam hal ini, kami berharap mendapat wawasan umum mengenai persoalan dan rencana pengembangan hasil pertanian di Sumatera Barat, dan potensi lainnya yang tersedia di Solok, serta membuka peluangan kemungkinan komunitas warga dalam mengakses teknologi maupun kajian terkait.
  • Representasi BAPPEDA Kota Solok. Kota Solok merupakan salah satu “terminal” dalam distribusi hasil maupun pengetahuan pertanian di Sumatera Barat, dalam hal ini kami berharap mendapat gambaran rencana pembangunan Kota Solok, bagaimana strategi BAPPEDA dalam mengakomodir kepentingan warga, dan menempatkan posisi dalam melihat agenda bersama “Solok sebagai salah satu Hub Kebudayaan Pertanian”·
  • Representasi Dinas Pariwisata Kota Solok. Kota Solok merupakan salah satu “terminal” dalam distribusi hasil maupun pengetahuan pertanian di Sumatera Barat, dalam hal ini kami berharap mendapat gambaran rencana program bidang pariwisata dan kebudayaan Kota Solok, serta bagaimana strategi dalam mengakomodir kepentingan warga, dan menempatkan posisi dalam melihat agenda besama “Solok sebagai salah satu Hub Kebudayaan Pertanian”.