FGD Pengembangan Platform Daur Subur dalam Penguatan Ekosistem Kebudayaan
24-26 Februari 2025
di Aula Balittro Laing, Kota Solok
Peserta dan Narasumber Tamu: Komunitas Gubuak Kopi, Jaringan Daur Subur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Solok, Dinas Pariwisata Kota Solok, Yendi (Dinas Pertanian Kota Solok), Huma Inovasi, Mimi Batik Tarancak, Wening Lastri (Pasar Papringan), Arif Yudi (Jatiwangi Art Factory), Balai penelitian Standar Instrumen (BSIP) Tanaman Buah Tropika, Balai Pengujian Standar Instrumentasi Pertanian Rempah, Obat dan Aromatik.
Dalam hal ini Komunitas Gubuak Kopi dan jaringan komunitas yang memiliki ketertarikan dalam penguatan ekosistem kebudayaan masyarakat pertanian, melaksanakan diskusi terpumpun dengan melibatkan para pemangku kebijakan, khususnya pemerintah daerah dalam bidang kebudayaan, perencanaan pembangunan, dalam sejumlah balai penelitian pertanian. Diskusi ini berupaya melihat bagaimana kegiatan seni-budaya mampu berkontribusi pada pemajuan pembangunan yang berakar pada kebudayaan pertanian. Diskusi terpumpun atau FGD ini juga mendorong keterlibatan pemangku kebijakan dalam mengisi program-program yang tengah disusun, serta mendorong komitmen bersama pada tahun-tahun berikutnya dalam bentuk “agenda kebudayaan”.
Diskusi ini diselenggarakan secara terbatas, mengusung inisiatif dari jejaring komunitas akar rumput, yang melihat pentingnya pengarusutamaan kebudayaan pertanian dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, serta berkolaborasi dan menyusun penyesuaian kegiatan untuk saling-dukung, dalam mewujudkan Solok sebagai salah satu hub kebudayaan pertanian. Dalam FGD ini Komunitas Gubuak Kopi dan komunitas-komunitas yang terlibat juga mempresentasikan agenda serta rencana kegiatan yang akan direalisasikan pada tahun 2025-2026, dan mengundang pemeritnah daerah untuk terlibat.
FGD ini merupakan pengembangan dari Platform Daur Subur, sebuah studi mengenai kebudayaan yang berkembang di masyarakat pertanian Sumatera Barat melalui pendekatan seni-budaya. Platform ini diinisiasi oleh Komunitas Gubuak Kopi pada tahun 2017 dan terus berkembang hingga sekarang dan melahirkan 10 serial proyek seni Daur Subur dengan tema-tema yang berkesinambungan. Proyek ini melibatkan sejumlah kolaborator dari beragam perwakilan komunitas dan warga inisiator, untuk membaca ulang kebudayaan pertanian, melakukan pendokumentasian, mengaktivasi ruang, serta reproduksi pengetahuan kebudayaan pertanian melalui produksi artistik.
Halaman Terkait: Daur Subur XI
























