… Sebab indikator pertanian yang berkelanjutan adalah petani yang sehat dan sejahtera.
– Wahyu Nusa Lubis
Catatan Diskusi Daursubur Akhir Bulan dengan tajuk Pertanian Sehat yang dipantik oleh Wahyu Nusa Lubis (Bukik Gompong Sejahtera), pada 26 April 2025 di Rumah Tamera – Komunitas Gubuak Kopi, Solok
Dari sekian banyaknya kegiatan di Komunitas Gubuak Kopi, Daursubur Akhir Bulan (DAB) jadi hajatan pertama yang aku ikuti pertama kali. Awalnya masih canggung, tapi setelah Rozi Erdus membuka acara, entah kenapa aku pikir ini bakal seru (real seru sampai akhir). Dengan amunisi buku catatan dan pena, aku mulai mencatat perbincangan sejak diskusi dibuka. Pembukaan diskusi kali ini dimulai oleh Pak Wahyu, Ketua Poktan Bukik Gompong Sejahtera (BGS). Ia bercerita tentang pertanian organik yang secara gagasan dan pengalaman praktik yang ia kerjakan di BGS. Baginya, pertanian yang sedang ia upayakan saat ini adalah pertanian organik, sehat, dan berkelanjutan. Aku lumayan paham dengan tema diskusinya, tapi aku perlu membaca catatan-catatan ku lagi.
So, pertanian organik adalah sistem kelola sumber daya alam yang mengedepankan penggunaan bahan-bahan alami, dan membatasi penggunaan bahan kimia sintetis. Pertanian berkelanjutan, menurut Britannica, merupakan sistem pertanian yang berupaya memenuhi kebutuhan bahan pangan yang diperlukan oleh populasi manusia saat ini sekaligus melestarikan kemampuan alam untuk menunjang kehidupan generasi mendatang. Pak Wahyu juga sampaikan kalau pertanian hari ini sedang mengalami krisis. Pertanian yang secara umum berlangsung di Solok belum dapat disebut dengan pertanian berkelanjutan, dan petani sebagai salah satu bagian penting dari pertanian, belum sejahtera. Sebab indikator pertanian yang berkelanjutan adalah petani yang sehat dan sejahtera.
Sedikit cerita soal Bukik Gompong. Kebun ini dikembangkan dari lahan yang sebelumnya adalah lahan Hak Guna Usaha (HGU). Ia adalah tanah negara untuk digarap oleh warga sebagai lahan pertanian. Menurut Pak Wahyu, sejak tahun 2005 lahan ini sudah tidak ada yang mengelola. Pada tahun 2018, baruah PAk Wahyu dan sejumlah rekannnya memulai lagi pengelolaan lahan dengan menanam tanaman hortikultura atau tanaman yang dibudidayakan dengan teknik bercocok tanam modern untuk kebutuhan manusia akan makanan (sayur dan buah), obat-obatan, dan hiasan (tanaman hias). Selama bertani organik, kata pak Wahyu, BGS sedikit banyak juga menemukan beberapa kendala, “tiok hari balanjo tapi panen ‘ndak bisa tiok hari” (belanjanya tiap hari, tapi panennya tidak tiap hari). Namun proses ini tetap dijalani sambil terus belajar.
Pak Wahyu bilang kalau saat ini BGS menjadi penyangga daerah di sekitarnya. Warga petani di sekitar kebun adalah mitra dan anggota kelompok tani BGS. Di samping itu, ternyata Sumatera sudah menjadi objek penelitian tanaman kopi, bahkan pada tahun 1935 terbit penelitian yang dapat diakses di situs web Wageningen University and Research, berjudul De Bevolking Koffiecultuur op Sumatra : met een inleiding tot hare geschiedenis op Java en Sumatra. BGS mulai menanam kopi jenis arabika pada tahun 2019 dan saat ini luas lahan tanam sudah mencapai kurang lebih 70 hektar. Konsep kebun BGS adalah Agroforestri yang terdapat tanaman pelindung, atsiri, pinang, kayu (surian dan mahoni), dan lainnya.
Saya penasaran lagi, cari lagi, baca lagi, dan agroforestri itu adalah sistem pertanian dan pengelolaan lahan yang menggabungkan tanaman hutan atau tanaman pohon dengan tanaman pertanian, serta ternak dalam satu lahan. Tujuan agroforestri adalah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang pada akhirnya (ini semua hanyalah permulaan *nyanyi) dapat meningkatkan produktivitas lahan, hasil panen menjadi beragam, serta mengurangi kerugian dampak dari gagal panen dan perubahan iklim. Lahan di Solok dapat dikatakan subur dengan adanya gunung api aktif (Gunung Talang). Tanah di sekitar gunung api adalah jenis tanah vulkanik yang terbentuk dari material letusan gunung berapi yang banyak mengandung mineral dan zat hara lainnya.
Pendekatan pertanian sehat dilakukan dengan memanusiakan manusianya terlebih dahulu, sehingga dapat melakukan pertanian nan selalu berupaya menjaga yang sudah disediakan alam. Selanjutnya Pak Wahyu menceritakan kronologi dan apa yang mendorongnya untuk memulai pertanian organik. Jadi, pada tahun 2010 beliau pernah bekerja di suatu instansi di bidang pertanian khususnya pertanian berkelanjutan. 2018, pindah ke Solok dan memulai pertanian sehat dengan beberapa teman. Sampai suatu ketika menyadari dan ingin hidup dapat berguna dan dapat bermakna dengan pertanian sehat. Apa saja yang sehat? Apakah hanya petani? Apakah tanamannya? Apakah lahan tanamnya? Apakah produk hasil tanamnya? Tentu, tidak hanya satu bagian yang diperhatikan untuk mencapai pertanian sehat. Dalam hal menjual dan memasarkan hasil panen tentu akan terlibat dalam rantai pasar. Semua mempunyai peran yang menjalankan fungsi dan pekerjaannya masing-masing.









Produk hasil tanam di BGS dijual dengan perantara vendor atau tengkulak. Beberapa tanaman kebun BGS saat ini adalah: asparagus, baby japan (labu siam), baby buncis, dan lainnya. Adakala hasil panen tidak diterima pasar, sehingga mulai untuk belajar dan menganalisis pasar serta berani dan percaya diri menyuarakan dan menjual apa yang dipunya. Salah satu pemasukan juga adalah dengan menjual salah satu sub sistem pertanian, contohnya pupuk organik. Pada pertanian organik ada aspek yang harus dikedepankan, dalam hal ini pertanian organik mengutamakan menjaga kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia.
Pertanian organik mengandalkan proses ekologi, keanekaragaman hayati, dan siklus yang disesuaikan dengan kondisi setempat, alih-alih penggunaan input yang berdampak buruk. Pertanian organik kalau dibaca di Definition of Organic Agriculture IFOAM, ialah menggabungkan tradisi, inovasi, dan ilmu pengetahuan untuk memberi manfaat bagi lingkungan bersama dan menciptakan hubungan yang adil dan kualitas hidup yang baik bagi semua yang terlibat.
Pembuka diskusi selanjutnya yang dibacakan oleh moderator tentang bagaimana tren pertanian sehat saat ini dan prospek baiknya?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk dapat dikatakan sebagai pertanian sehat adalah bila petani, lahan, tanaman, finansial, dan semua aspek yang berkaitan itu sehat dan adanya semangat berjuang untuk sehat. Berdasarkan pengalaman menjalankan kebun organik, ada saat-saat biaya produksi di atas penjualan. Faktor yang tidak dapat dikendalikan itu, permintaan pasar dan produksi. Dalam hal ini yang dapat dilakukan adalah bagaimana menekan biaya produksi dengan memahami bagian-bagian yang ada dalam pertanian organik. Menekan biaya produksi dapat dengan perbaikan lahan, membuat pupuk kompos, dan pupuk kandang. Contoh nyata pada bawang, jika lahannya sudah baik, maka dengan jumlah tanam yang sama (dengan metode pupuk industri), kita dapat mengurangi biaya produksi hingga 40%.
Hari ini permintaan produk pertanian organik mulai tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar dapat dilakukan sedikit demi sedikit dengan pengalaman dan ilmu, memperhatikan aspek dan bagian dalam pertanian organik, memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan optimal, dan menyadari keadaan pertanian saat ini.
Apa saja keunggulan dan keutamaan yang didapatkan dari pertanian organik?
Awal memasarkan produk hasil panen sebagai usaha yang masih merintis, BGS memberi harga yang fleksibel dan mengikuti permintaan. Setelah mendapat kepercayaan konsumen dan stakeholder, hasil panen dapat dijual dan untung. Contohnya, saat memasarkan asparagus (yang awalnya secara kualitas diragukan vendor), setelah meyakinkan vendor, akhirnya asparagus yang saat itu diuji coba dipasarkan, mendapatkan hasil positif dengan asparagus yang dijual habis. Banyak yang memulai budidaya asparagus karena permintaan meningkat dan positif. Usaha dimudahkan bila dapat mengembalikan alam pada kondisinya, tetap alami tanpa bahan buatan.
Selalu berbagi fungsi dan peran dengan sekitar (alam dan manusia), menurut Pak Wahyu adalah kuncinya. Pemberian ilmu tentang pertanian organik kepada petani tidak hanya menyampaikan teori tanpa melakukan, mengingat sifat warga sekitar yang tidak langsung percaya tanpa ada bukti visual dan merasakan dampaknya. Petani sekitar diajak belajar melakukan dan merasakan langsung kegiatan pertanian organik (learning as doing).









Diskusi dilanjutkan dengan pertanyaan dari teman-teman yang hadir di Rumah Tamera – Komunitas Gubuak Kopi sore itu. Pernyataan pertama datang dari Bang Volta. Ia memiliki latar belakang sebagai seniman. Saya merasa jarang pembahasan dan penelitian mengenai pertanian yang dimulai dan digali dari sudut pandang kebudayaan. Contohnya, pesta panen yang dahulu diadakan setiap tahun harusnya bisa kita lihat sebagai pengetahuan dan metode pertanian yang sehat. Bagaimana kita dapat belajar dari budaya pertanian sebelum ada pertanian masa kini yang mengeksploitasi alam dan petani. Bahkan ada suatu ukuran yang dibuat untuk melihat seberapa sejahtera suatu kampung adalah dari seberapa bagus olahraga di kampung tersebut. Ini karena pertaniannya yang tidak mengeksploitasi, menjadikan petani dan warga sekitar, memiliki waktu senggang untuk melakukan kegiatan hobi atau kesukaan seperti olahraga. Nah, kalau waktu senggang setiap hari digunakan untuk kegiatan olahraga, maka dalam beberapa waktu warganya jadi mahir.
Pembahasan dari Pak Wahyu, mengapa terjadi pergeseran budaya pertanian tradisional? karena dimulainya industrialisasi membuat pertanian hanya dianggap bisnis. Saat ini di Indonesia, konon yang masih 80% memakai pertanian tradisional adalah Bali, bahkan pertanian organik banyak berasal dari Bali. Dalam pertanian organik ada beberapa siklus yang harus diperhatikan, bukan hanya memikirkan aspek ekonomi tanpa memperhatikan dampaknya, salah satunya dampak sosial. Pertanian tradisional dapat dikembalikan dan dikembangkan di masa kini, dimulai dengan mendorong komunitas pertanian.
Pernyataan dan pertanyaan dari kak At: Kenapa pertanian organik? Apa hubungannya dengan aspek kesehatan? Contoh nyata saat ini 50 kuota per hari yang disediakan RS untuk pasien kemoterapi dan cuci darah selalu penuh. Pernahkah kita sadari, sudah berapa banyak bahan berbahaya di dalam tubuh kita?
Tumbuhan dalam rantai makanan berperan sebagai produsen yang menyediakan makanan ke rantai selanjutnya salah satunya kita manusia. Jika dari tanaman yang kita makan sudah banyak terdapat kimia sintetis yang tidak dapat dicerna tubuh maka menumpuk dan menjadi penyakit. Saatnya mulai mengupayakan hidup sehat, mengubah sudut pandang, dan lebih peduli. Menyadari betapa berharganya organik dengan kesehatan bila lagi tidak sehat (sakit). Kita dapat memulainya dari generasi sekarang dan anak muda untuk mulai peduli dan sadar akan peran organik di dalam kehidupan sehari-hari. Apapun profesinya bersama dengan perannya mengembalikan budaya yang ditinggalkan dan memberi pengaruh untuk sehat salah satu dengan menanam tanaman organik dan berkelanjutan di pot rumah kita. Cara memberi pandangan baru dan merubah pola pikir adalah dengan melakukan dan membiasakan.
Tanggapan dari Pak Wahyu, pertanian organik dapat dimulai dari komunitas seperti program daur subur yang berkolaborasi dengan beberapa kalangan dari berbagai cabang ilmu. Pertanian organik agar bisa terus eksis adalah dengan menjadikan petani mandiri dengan pendekatan finansial membuktikan petani organik dapat sejahtera. BGS juga sudah mengadakan pengenalan pertanian organik ke setiap kalangan dengan kegiatan agro-eduwisata yang sudah dikunjungi oleh anak-anak TK di Kecamatan Gunung Talang. Selanjutnya agar pertanian organik tetap ada dimulai dengan ketelusuran produk yang jelas dan menjaga kualitas tetap stabil di pasar.
Afifah Nurhidayati
Solok, April 2025
Mampir ke halaman Daur Subur XI